Kamis, 18 April 2019

PENINGKATAN KETERAMPILAN MENULIS KARYA ILMIAH JENIS PENELITIAN TINDAKAN KELAS UNTUK GURU-GURU SD DI KECAMATAN INERIE KABUPATEN NGADA


Aimere/Ngada. Dosen STKIP Citra Bakti mengadakan kegiatan pelatihan penulisan penelitian tindakan kelas untuk guru-guru SD di Kecamatan Aimere, Kabupaten Ngada. Ketiga dosen tersebut adalah Dimas Qondias, Dek Ngurah Laba Laksana, dan Melkior Wewe. 

Waktu penyelenggaraan yaitu selama 1 minggu yaitu hari 1 April sampai 7 April 2016. Hari pertama adalah pemberian pretest untuk seluruh peserta dan dilanjutkan dengan pembuatan proposal tahap awal (tanpa pelatihan), hari selanjutnya adalah pemberian materi, praktek penulisan proposal PTK, pemberian posttest dan evaluasi pelaksanaan kegiatan.

Tim pelaksana dari STKIP Citra Bakti menyiapkan  perlengkapan berupa laptop sementara panitia pelaksana dari gugus I menyediakan LCD dan sound systemTim pelaksana menyusun makalah tentang tentang penulisan proposal penelitian tindakan kelas (PTK) dan digandakan sejumlah peserta, sehingga setiap peserta pelatiahn memperoleh masing-masing satu eks untuk dibaca dan tim pelaksana juga membuat sajian dalam bentuk power poin.

Proses interaksi penyajian-peserta baru dimulai pada pukul 10.00 Wita karena adanya registrasi, pembagaian ATK dan makalah. Pukul 09.00 Wita dilanjutkan dengan acara pembukaan berupa sambutan dari ketua panitia pelaksana, ketua gugus I kecamatan Inerie selatan dan dibuka oleh ketua LPPM STKIP Citra Bakti Ngada. Acara dilanjutkan dengan kudapan. Kegiatan terlaksana dalam bentuk kegiatan berikut ini.
a)  Penyajian menyajikan materi sajian, berikut contoh-contoh dan ilustrasi, materi penulisan proposal penelitian tindakan kelas disajikan melalui slide power point oleh penyaji.
b)     Sesi berikutnya, para guru diberikan kesempatan untuk bertanya, menyampaikan hal-hal yang belum di pahami dan bertukar pengalaman terkait kendala-kendala yang pernah dialami dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas.
c)     Setelah sesi tanya jawab, peserta dan penyaji istirahat untuk menikmati makan siang selama 30 menit.

d)      Tahap selanjutnya guru ditugaskan menulis sebuah proposal penelitian secara individu dengan membagi kedalam beberapa kelompok.

Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan kemampuan dalam menulis karya ilmiah khususnya jenis penelitian tindakan kelas dan melatih guru-guru untuk meningkatkan budaya meneliti. Pengabdian ini melihat dari adanya Kurang pengetahuan dan keterampilan guru SD di kecamatan Inerie dalam melakukan penelitian tindakan kelas dan Kurangnya pengetahuan guru dalam menyusun proposal penelitian tindakan kelas. Pengabdian ini dilakukan di gugus I Kecamatan Inerie yang diikuti 43 orang guru. Kegiatan ini diawali dengan penyajian materi PTK yang disajikan oleh 3 pembicara dengan metode presentasi, kegiatan selanjutnya dibuka sesi tanya jawab dari peserta ke narasumber, setelah itu dilanjutkan dengan penulisan proposal penelitian tindakan kelas oleh peserta dan didampingi oleh narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) meningkatnya minat dan motivasi guru-guru SD dalam menulis proposal penelitian tindakan kelas dari rata-rata skor pretest 40 menjadi 76 pada skor posttest. (2) kemampuan guru dalam menulis proposal penelitian tindakan kelas mengalami peningkatan dari rata-rata skor pretest 55 menjadi 75 pada skor posttest. (3) Tanggapan peserta positif terhadap pelaksanaan pelatihan penulisan proposal penelitian tindakan kelas.

PELATIHAN PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INOVATIF MENGGUNAKAN MODEL MIND MAPPING UNTUK GURU-GURU SEKOLAH DASAR DI KECAMATAN BAJAWA KABUPATEN NGADA

Bajawa. 24 Oktober 2016. Dosen STKIP Citra Bakti atas nama Dimas Qondias, Dek Ngurah Laba Laksana, dan Melkior Wewe, melakukan kegiatan Tridarma perguruan tinggi dengan mengadakan kegiatan pengabdian untuk guru-guru SD di Kecamatan Bajawa, Nusa Tenggara Timur. Waktu penyelenggaraan yaitu selama 2 hari, yaitu hari 22-23 Oktober 2016. Hari pertama adalah pemberian pretest untuk seluruh peserta dan dilanjutkan dengan pemberian materi. Hari kedua kegiatan-kegiatan meliputi praktek pengembangan media, pemberian posttest dan evaluasi pelaksanaan kegiatan. 
Pengabdian ini bertujuan untuk memberikan kemampuan dalam mengembangkan media inovatif khususnya menggunakan media berbasis komputer dan melatih guru-guru untuk meningkatkan kemampuan menggunakan media inovatif. Pengabdian ini melihat dari adanya kurang pengetahuan dan keterampilan guru SD di kecamatan Bajawa dalam melakukan penelitian tindakan kelas dan Kurangnya pengetahuan guru dalam mengembangkan media inovatif dalam pembelajaran. Pengabdian ini dilakukan di KKG I Kecamatan Bajawa yang diikuti 30 orang guru. Kegiatan ini diawali dengan penyajian materi media inovatif mind mapping yang disajikan oleh 3 pembicara dengan metode presentasi, kegiatan selanjutnya dibuka sesi tanya jawab dari peserta ke narasumber, setelah itu dilanjutkan dengan pelatihan pengembangan media oleh peserta dan didampingi oleh narasumber. Hasil dari kegiatan pengabdian ini adalah (1) meningkatnya minat dan motivasi guru-guru SD dalam mengembangkan dan menggunakan media mind mapping dari rata-rata skor pretest 30 menjadi 86 pada skor posttest. (2) kemampuan guru dalam menggunakan media inovatif mengalami peningkatan dari rata-rata skor pretest 85 menjadi 45 pada skor posttest. (3) Tanggapan peserta positif terhadap pelaksanaan pelatihan pengembangan media inovatif.

Desain Pembelajaran K-13 dengan pendekatan Teknologi Pembelajaran, Pembelajaran abad 21, Literasi, & HOTS


Mauponggo. 15 November 2018. Dosen STKIP Citra Bakti melaksanakan kegiatan pengabdian di salah satu SMA swasta di Kabupaten Nagekeo. Kegiatan tersebut mengkaji tentang desain Pembelajaran K-13 dengan pendekatan Teknologi Pembelajaran, Pembelajaran abad 21, Literasi, & HOTS dalam rangka pendampingan sekolah melalui kegiatan Workshop Penyusunan Perangkat Pembelajaran dan Teknik Penilaian Kurikulum 2013 pada SMAK St. Joane Baptista Wolosambi.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 14 November 2018, Pukul 09.00-17.00 wita. Kegiatan ini dilaksanakan di Aula SMAK St. Joane Baptista, Desa Wolosambi, Kecamatan Mauponggo, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur.

Kegiatan diawali diawali dengan pembukaan oleh Kepala Sekolah. Setelah pembukaan, dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Dek Ngurah Laba Laksana, M.Pd. dan Maria Yuliana Kua, M.Pd.
Materi pertama yang disajikan adalah hakekat kurikulum 2013, mengembangkan pembelajaran dengan mengedepankan High Order Thinking Skills (HOTS). Materi ini disajikan selama satu jam. Pemaparan materi selanjutnya adalah tentang bagaimana melakukan penilaian HOTS pada kurikulum 2013. Materi ini disajikan selama satu jam.
Setelah pemaparan materi, dilanjutkan dengan workshop. Kegiatan ini melatih guru guru mengembangkan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum 2013 dan berbasis HOTS. Selama kegiatan workshop juga dilakukan Tanya jawab untuk memberikan penguatan pada materi. Kegiatan ini berlangsung sampai pukul 16.30 wita.
 Setelah acara selesai, dilanjutkan dengan pemaparan hasil kerja oleh salah satu peserta. Pemaparan juga diselingi dengan pemberian komentar terhadap produk perangkat pembelajaran yang dikembangkan.
Diakhir kegiatan dilakukan kuis untuk mengukur pemahaman guru terhadap materi dan kegiatan workshop yang telah dilaksanakan. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa guru sudah memahami secara umum bagaimana kurikulum 2013 dan implementasinya dalam pembelajaran berbasis HOTS.
Kendala-kendala yang dihadapi adalah guru belum mempunyai bahan kurikulum 2013. Walaupun sebagaian kecil guru sudah pernah mengikuti kegiatan pelatihan kurikulum 2013, namun pemahamannya tentang materi ini masih rebdah. Selain itu, waktu pelatihan yang hanya sehari, menyebabkan latihan tidak maksimal. Walaupun hal ini bisa diantisipasi dengan membuat grup media social sebagai wadah guru-guru dan narasumber untuk berdiskusi secara online. 

Sabtu, 19 Mei 2018

Jejak-jejak Ilmiah di Kampus Pencetak Guru di Flores

Kampus apakah pencetak guru? Banyak, tapi hanya satu yang mempunyai dedikasi terbaik dalam mengemban amanat Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi. Adalah STKIP Citra Bakti, selalu hadir terdepan dalam melaksanakan Tridarma Perguruan Tinggi.

Salah satunya adalah meningkatkan kemampuan berpikir ilmiah melalui workshop tentang Action Research. Mengapa dan siapa penggagasnya? Prof. Padmadewi, Artini, Ph.D., Wahyu Mahendra, M.Pd. membawakan materi secara paralel dengan topik action research.


Kegiatan dilaksanakan di Aula STKIP Citra Bakti dan dibuka secara resmi oleh Bapak Plt. Bupati Ngada, dalam kesempatan ini diwakili oleh Asisten 1. Dihadiri lebih dari 500 peserta, kegiatan ini telah menghasilkan produk karya ilmiah berupa proposal penelitian tindakan untuk diteruskan menjadi karya tulis bagi guru dan mahasiswa.

Sukses selalu buat guru dan mahasiswa sebagai roda penggerak mutu pendidikan Indonesia.

Rabu, 24 Januari 2018

Menuju Pintu Selatan Flores

Bajawa (20/1). Apa yang terbesit dibenak kita ketika mendengar Pulau Flores? Gersang, kering, sekuriti, atau Arie Keriting? Kalau masih berpikir hal tersebut, berarti kita masih ada di alam bunga tidur. Sebagian kecil iya, sama halnya ketika kita ada di Pulau Bali atau Jawa sana. Kasat mata pasti kita akan menemukan daerah kering bahkan daerah pedalaman tak berpenghuni.
Mengapa saya menyebutnya pintu selatan? Tepat ketika kami berkunjung ke sana, kami menuju arah selatan bahkan sampai menyentuh bibir pantai selatan Flores. Googlemap menyebutnya Boba. Wilayah yang berada di Kecamatan Golewa Selatan, Kabupaten Ngada, NTT.

 (Gambar Pemandangan Laut Boba dari Puncak)

Lintasan moto GP menjadi pemandangan setia menuju Boba, sama halnya dengan jalan jalan lain di daratan Flores. Tapi suguhan indahnya Samudera Hindia adalah pemanis puncak saat sudah berada di wilayah penghasil arak, minuman beralkohol dari buah aren terbaik ini. Selain pemandangan alam yang menghijau, deretan bukit, bebatuan vulkanis, terdapat pula mata air bersuhu tinggi. Mata air panas oleh penduduk setempat disebut Air Panas Soka. Memang air panas banyak dijumpai di Kabupaten Ngada ini. Gunung Ineria yang menjadi salah satu deretan lempeng api nusa tenggara menjadi kompor abadi mata air Soka.

 (Gambar Penduduk Asli Berlumuran Belerang Air Panas Soka)


(Gambar Kolam Pemandian Air Panas Soka)
Setiap hari ada saja penikmat wisata air panas yang berkunjung. Membunuh jamur, segala macam penyakit kulit, adalah tujuan utama warga berendam di air yang panasnya mencapai 60 derajat celcius. Panas, tapi tidak bagi mereka yang menikmati mandi dalam air bersuhu tinggi. Bukan Iron Man, tapi merekalah penduduk asli Flores, sang penikmat air panas berbau busuk khas belerang.

Selamat berkunjung di Flores Selatan.

D.N.L.Laksana
Penulis adalah Dosen STKIP Citra Bakti